Tulisan dibawah ini bukanlah tulisan asli dari saya, tetapi merupakan penggalan dari suatu tulisan yang saya baca diinternet. Sayangnya saya tidak mengetahui siapa penulisnya, mungkin Era Muslim. Siapapun penulisnya saya mohon izin untuk mengutip sebagian dari tulisan tersebut agar saya dapat selalu merenungkannya, demikian juga untuk orang lain yang kebetulan membacanya. Sebelumnya saya berterima kasih atas izin yang diberikan.
Pernahkah kita menghitung berapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telah dimasak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa meter lantai telah di-sapu dan di-pel oleh seorang ibu, berapa banyak keheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya, berapa kali kedua tangan sang ibu terangkat ketika berdo'a, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujud mendo'akan kebahagiaan dan keselamatan anaknya.
Sang Ibu telah bertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk penyakit batuk, demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.
Ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul yang mulia, "Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"
Rasul yang mulia menjawab, "Tidak!, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"